Salah satu proses yang menentukan kualitas dari cita rasa kopi adalah proses Roasting (sangrai). Roasting kopi adalah proses penyanggraian green bean hingga tingkat kematangan tertentu. Green bean yang telah disangrai, siap untuk dikonsumsi setelah melewati fase pecahnya biji kopi yang disebabkan oleh berkurangnya kandungan air. Biasanya ditandai dengan aroma manis yang disebabkan oleh proses karamelisasi dari biji kopi.
Proses Penyanggraian disesuaikan dengan cita rasa (notes) yang diinginkan oleh penikmat kopi. Specialty kopi disangrai dengan tingkat kematangan rendah sampai sedang ( light to medium) untuk menjaga tingkat keasaman dan aroma khas dari biji kopi tersebut. Sementara Regular kopi (expresso) disangrai dengan tingkat kematangan tinggi (dark) untuk menghasilkan rasa pahit sebagai rasa dasar kopi yang nantinya bisa dinikmati tanpa atau mencampur dengan bahan tambahan lainnya ( susu, gula, sirop, dll)
Untuk menjaga mutu dari Kopi Arabica Gayo Premium dilakukan proses pengujian citarasa oleh team cupping yg bersertifikat Q-Grader secara berkala. Elemen yang diuji oleh Q- Grader adalah aroma, “flavour”/ rasa, after taste, acidity, body, uniformity, clean up ,sweetness, overall, defect. Dengan mempertimbangkan semua elemen tersebut Q-Grader dapat menentukan kualitas dari produk kopi yang secara umum terbagi dalam 2 katagori yaitu commercial grade (score <80) dan specialty (score 80-100) .Sehingga kopi dapat dijual sesuai dengan nilai kualitasnya. Hal ini penting agar konsumen mendapatkan kualitas kopi yang mereka bayar.`
Biji kopi yang telah diroasting dikemas dalam packaging dengan material alumunium foil untuk menjamin standar kualitas kopi premium tetap terjaga. Pada kemasan ditambahkan “valve” (katup satu arah) untuk memudahkan konsumen mencium cita rasa kopi tanpa membuka kemasan sebelum membeli.
